Again.
It happened again.
Untuk kasus yang satu ini ternyata masih sering terjadi. Sekarang, malah panitia IFA menemukan satu lagi plagiator. Untungnya, Ambu-san (sang panitia) mengenal cerita itu, dan lucunya... ya ampun, itu orang tebel muka banget!
Masa balas peringatan orang dengan kata-kata kasar? Yang seharusnya nyadar diri itu kan si plagiator. Cuma ganti nama pula, sisanya copy paste... ya ampun,,, ya ampun..
Apa para plagiator itu kehilangan ide untuk menulis? Uh well, mereka mungkin tak tahu betapa susahnya mencari ide, merangkai kata dan menjadikannya tulisan dan cerita layak baca. Dan membuatnya sebagai tempat saluran komunikasi antara penulis dan pembaca. Oh, membawa feelnya ke dalam tulisan itu susah!!! dan saat karya kita di plagiat dan diklaim milik orang lain itu bikin sakit hati!!
Oh, semoga orang-orang seperti itu sadar di kemudian hari!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment